Main Judi Online Di Tengah Covid-19

Main Judi Online Di Tengah Covid-19

Main Judi Online di Tengah Covid-19 membuat pihak kepolisian bertindak cepat dalam proses penangkapan para pelaku perjudian online. Tiga pelaku JS (38), BU (28) warga Singaparna Kabupaten dan AS (34) Kabupaten warga Sodonghilir, Tasikmalaya.

Saat sedang genjarnya pemerintah melakukan sosial distanding untuk seluruh warganya agar terhindar covid-19. Para tersangka sedang asyik meklakukan perjudian online di salah satu warnet.

Tertangkapnya Pelaku Main Judi Online di Tengah Covid-19

Tahanan polisi karena kepemilikan judi poker online di salah satu warung internet (warnet) di Kecamatan Singaparna. pelaku tertangkap judi online saat polisi dari Kepolisian Tasikmalaya diadakan banding ke warnet untuk tidak berkerumun di tengah wabah ke-19 di wilayah Covid Singaparna. Ternyata himbauan pemerintah tidak dihiraukan para pelaku judi online ini.

Akhirnya pihak kepolisian mengambil inisiatif dalam penindakan ke warnet warnet yang masih beroperasi saat pemerintah genjar memberantas penyebaran covid 19 di negara indonesia saat ini. dalam aksi nya kali ini pihak kepolisian mendapatkan target buruan mereka di salah satu warnet yang masih beroperasi saat itu.

“Kami telah mengamankan tersangka saat patroli Covid-19. para pelaku perjudian saat berada di warnet. Mereka menemukan tiga orang sedang bermain slot online dan perjudian poker,” kata Kapolres Ajun Tasikmalaya Senior Hendria Lesmana, Selasa (14/04/2020). Bagaimana pelaku perjudian, terang Hendria, dengan melakukan transaksi ATM di muka di salah satu bank.

Setelah deposit baru mereka bermain secara online di warnet. Polisi Kriminal terlihat AKP Tasikmalaya Siswo De Cuellar Tarin mengatakan pelaku modus perjudian semata-mata untuk kepentingan dan mata pencaharian. “Kami memakai Pasal 303 ayat 1 KUHP untuk 3e pada siapa pun jatuh judi sebagai mata pencaharian dipenjara selama maksimum 10 tahun,” kata Siswo.

Siswo menambahkan, dari pengakuan para pelaku perjudian online, mereka sengaja berjudi untuk keuntungan dan hasilnya digunakan untuk menyia-nyiakan. “Bukti yang diamankan adalah dua ATM dan dua set komputer PC. Para pelaku rata-rata game dengan ratusan ribu modal uang. Oleh bertaruh pada bandar judi online,” kata Siswo.